Pembagian BLT Tidak Transparan, Warga Serbu Kantor Desa

Gambar

Diposting: 29 May 2020

Kepala Desa Taba, Nurhalima. Foto/Dok: Yon Maryono 



Indo Barat - Warga Desa Taba, Kecamatan Talo Kecil Kabupaten Seluma, Jumat (29/05/2020) berbondong-bondong sambangi kantor Desa. Lantaran dipicu tidak transparannya perangkat desa dalam pendataan penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) Desa Taba.



Saat di konfirmasi awak media, Kepala desa Taba, Nurhalima menyatakan menjamin bahwa tidak akan ada manipulasi data namun, hal ini berbanding terbalik dari kenyataan setelah pihaknya disuruh Kapolsek Talo Kecil untuk menempelkan daftar penerima BLT di dinding balai desa.



Dalam data penerima BLT, terdapat nama Suarli dan Dadi yang sudah pindah domisili dari Desa Taba. Suarli dan Dadi sudah pindah tempat tinggal ke Desa Lagan Bengkulu Tengah sejak tahun 2008 atau sudah 15 tahun meninggalkan desa.



Salah seorang Eko mengatakan, pembagian BLT harus tepat sasaran dan sesuai dengan masyarakat yang betul-betul membutuhkan tidak seperti yang terjadi seperti saat ini.



"Antara data penerima dan data masyarakat yang wajar menerima BLT tersebut disinyalir akal-akalan sehingga ada warga yang selayaknya mendapatkan BLT tapi tidak tersentuh dalam pendataan, tetapi sebaliknya masyarakat yang dianggap mampu punya rumah, punya perkebunan sawit malah menerima BLT tapi yang tidak punya kebun tidak menerima.



Sehingga penerima BLT nantinya tepat sasaran, jumlah penerima BLT ini ada 90 KK dan diharapkan berapapun jumlah warga yang benar-benar layak mendapatkan akan diusulkan dan mendapatkan bantuan tersebut," ujar Eko yang juga ikut unjuk rasa, Jumat, (29/05/2020)



Desti warga setempat juga mengatakan akan melaporkan Kades Taba ke pihak yang berwajib " Masa baru lima bulan menjabat kades sudah mau manipulasi data, tidak mungkin kalau tidak tau warga yang sudah lebih 15 tahun pergi masih mendapat bantuan,kalau bukan akal-akalan kades aja," tegas Desti.



Sementara itu, Diki Syaviktori dari Aliansi Badan Penelitian Aset Negara (BPAN) berjanji akan membantu masyarakat menuntaskan masalah tersebut ke aparat penegak hukum.



"Kita akan membawa persoalan ini ke pihak hukum kerena kades Taba di duga dengan sengaja memanipulasi data penerima BLT, tidak mungkin tidak tahu kalau saudara Suarli dan Dadi sudah tidak domisili lagi di desa Taba. Jadi jangan coba-coba bermain. Ini tidak patut dicontoh kerena baru lima bulan menjabat saja sudah berani berbuat seperti ini" ujarnya



Reporter: Yon Maryono

Editor: Usmady Dianto